Throwback: Wisata Waduk Sermo & Kalibiru



Throwback: Wisata Waduk Sermo & Kalibiru. Dengan keterbatasan waktu dan hari yang aku punya hanya saat-saat masuk waktu liburan tahunan, aku banyak menghabiskan waktu sendirian, bepergian sendirian, dan ingin tahu apakah aku bisa mencapai tempat-tempat yang ingin aku tuju.

Sedikit throwback, sudah lupa mungkin sekitar dua tahun atau beberapa tahun yang lalu.. saat merasa tidak punya tujuan, tidak ada seseorang yang menemani atau mengantar.. aku nekat pergi ke suatu lokasi wisata yang aku lihat dari web, setelah membaca satu dua blog aku berpikir tidak akan memakan waktu yang lama dan mudah untuk dijangkau, namun setelah dihadapkan pada kenyataan lapangan hal itu bisa berubah karena hal-hal tertentu atau kondisional.

Hanya mengacu pada marka jalan dan tanya orang-orang lokal, aku akhirnya sampai di tempat tujuan yaitu Waduk Sermo & Kalibiru yang saat itu baru banget hits via instagram, dengan berbekal keingintahuan yang besar akan seperti apa tempat foto itu hingga sedemikian menarik minat orang dari luar kota, tentu saja aku pula ada didalamnya. Akhirnya bermodal nekat, bensin dan uang seadanya berangkat dengan ketidakpastian.. dan hampir menyerah di tengah jalan untuk putar balik saat sampai di daerah Jogja setelah arah Prambanan, saat itu ternyata perjalanan masih jauh dan handphone a.k.a mobile hampir mati karena lowbat.

Untuk menyimpan daya, diputuskan untuk tidak mengecek GPS dan beracuan pada marka jalan dan tanya kepada penduduk sekitar, sampai mutar-mutar tahunya hanya lurus saja di sepanjang jalan area kulon progo, wates.. hampir kebablasan hingga teringat marka jalan panduan saat membaca blog sebelumnya dan mengikuti jalur alternatif hingga menjumpai hal yang sekarang ini bikin begidik sendiri saat lewat jalan setapak tengah hutan-menjumpai & bertanya dengan seorang paruh baya berbaju serba hitam, hingga dalam hati berkata nggak akan pernah lagi nekat jalan naik motor sendirian dan menggunakan jalan yang tidak banyak orang lewati.

Akhirnya alhamdulillah setelah berjuang berputar-putar selama 3-4 jam dengan ketidakpastian berangkat dari Nguter-Sukoharjo, akhirnya menjumpai obyek wisata Waduk Sermo (ada pungutan bea masuk) dilewati dahulu, kemudian menuju Kalibiru (ada pungutan bea tiket masuk lagi).

Akhirnya sampai lokasi sebelum masuk atau naik ke atas areal Kalibiru, berhubung saat itu baru pertama dan belum tahu seberapa tinggi motor akan menanjak dan takut tergelincir, akhirnya memutuskan untuk naik ojek yang ditawarkan warga setempat dari areal musholla kecil disitu dan menitipkan motor. Ternyata cuma termakan bujuk rayu dan akhirnya menemukan kondisi jalan menanjak naiknya itu sebenarnya nggak lebih tinggi saat motor menanjak naik di area Paragliding di daerah Wonogiri. Setelah tahu jalurnnya berpikir nanti akan datang kembali, namun masih pikir-pikir lagi.

Setelah bisa mencapai puncak area foto Kalibiru, mendapati fakta yang mencengangkan yang akhirnya tahu bagaimana hasil foto yang sudah banyak di post di sosmed itu diambil dari jarak yang cukup dekat & strategis dari atas gundukan batu besar, dekat dengan tempat pohon yang disitu duduk untuk berselfie atau berfoto ria yang merupakan spot utama dengan view atau pemandangan langsung ke bawah waduk Sermo dan areal hutan yang menghijau, tak jarang dijumpai kabut yang menambah suasana dramatis pada foto. Cukup tahu saja, dan saat high season musim liburan saat itu pas lagi booming-boomingnya.. aku datang kurang siang dikit, waktu itu sampai sudah sekitar pukul 4/5 sore dengan antrian foto cukup banyak..dan akhirnya harus gigit jari dan menyerah untuk mengantre mengingat membayangkan waktu untuk pulang pasti akan larut malam dan kembali begidik.

Akhirnya dengan memanfaatkan sisa baterai kamera handphone yang dipunya & tab saat itu, cukup mengambil beberapa cekrek foto buat kenangan.. yang itu juga harus mengantre tempat dengan yang lain. Dan akhirnya memutuskan untuk cepat pulang mengingat hari semakin senja.

Perjalanan pulang cari aman dengan melalui jalur ramai yang banyak orang lalui, dan selalu berusaha dekat dengan rombongan motor orang-orang di jalan. Benar-benar nekat dan ternyata vision atau pandangan malam dan saat siang itu sangat berbeda, hingga akhirnya penat dan ingin rasanya menelepon seseorang meminta bantuan untuk diantarkan pulang, namun akhirnya memutuskan  istirahat sejenak kemudian melanjutkan perjalanan mengikuti orang-orang pemudik yang cukup ramai saaat itu melintas di jalanan utama arah Jogja-Solo-Wonogiri dan mengikuti marka penunjuk jalan, hingga membuat orang rumah cemas dan terlambat pulang. What a weird Journey!.

Itulah sedikit cerita tentang Throwback: Wisata Waduk Sermo & Kalibiru. Next time kita sambung lagi, se yaaa XOXO.

No comments:

Post a Comment