Throwback Singapore with NO Plan












Throwback Singapore with NO Plan. Nggak terasa sudah 4 tahun berlalu (saat itu bulan Maret akhir klo gak salah) dan mari sedikit throwback saat berasa beruntung banget bisa diajak jalan-jalan ke Singapore, yach meskipun dokumen harus urus-urus sendiri dan jajan dengan uang saku sendiri yang minim.. setidaknya sudah pernah menjejakkan kaki disitu dan berbagi alhamdulillah.

Terkadang aku juga tidak tahu darimana semua itu berasal, namun disaat-saat aku merasa tidak mempunyai sesuatu.. Tuhan memberikanku berkat yang banyak dalam bentuk hal yang lain. Aku selalu mendahulukan orang lain dan terkadang harus menahan sesuatu untuk hal-hal yang aku sangat inginkan, terkadang aku merasa semua itu tidaklah adil.. aku ingin berteriak sekencangnya, namun aku melepaskan perasaan itu, dan selalu mengalah.. tidak apa-apa meskipun terkadang masih saja menitikkan air mata, dan meskipun masih saja banyak dicaci untuk itu.

Anyway sebelum pergi ke sebuah tempat, ada baiknya membaca atau mencari informasi terlebih dahulu untuk lebih mengenal dan tahu bagaimana mencapai atau sampai di tempat-tempat wisata yang ingin dituju. Pengalaman itu aku rasakan beberapa tahun silam saat ikut bepergian ke Singapore tanpa rencana, tapi ada juga kenangan di dalamnya. Ada hal yang cukup menyakitkan hingga aku berpikir aku tidak akan pernah mengulang kembali ke sana, namun aku sudah memaafkannya dan hanya berpikir yang baik saja dan menyelesaikan hariku disana.

Perjalanan dimulai dari Jakarta menggunakan pesawat ke Batam-Istirahat & berkeliling sejenak ke daerah Muka Kuning-kemudian melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Batam menyebrang menggunakan Fery Penumpang yang cukup terjangkau dan menemui banyak Backpacker-hingga tiba di Singapura (*Beli tiketnya jangan via calo & jangan gunakan kamera di saat pemeriksaan imigrasi di areal masuk VivoCity).

Hari Pertama : Bingung menginap dimana karena saat ingin menginap di Seaman's Club ternyata harus booking dari jauh hari, dan akhirnya setelah duduk-duduk cukup lama dengan ketidakpastian, kemudian memutuskan naik taksi dan bertanya Hotel yang terjangkau atas rekomendasi Driver nya-Mendapatkan Family Hotel yang cukup terjangkau dan sisanya Istirahat sejenak di hari pertama-kemudian berkeliling di malam hari pertama di kawasan Merlion Park sampai dengan jam 12 malam ternyata ada pertunjukan cahaya Laser yang cantik berasal dari Hotel Bay Sands mengambil foto tapi kurang bagus karena kurang berpengalaman saat membawa kamera DSLR baru dan disitulah ada air mata tumpah sampai balik ke Hotel, makan dan istirahat.

Hari kedua, pagi-pagi ke Merlion Park mengambil foto lagi dengan cuaca yang mendukung dan mendapat hasil yang cukup memuaskan-berkeliling seputar area itu disekelilingnya semuanya menjadi satu kesatuan.. Taman, Merlion Park, Bridge atau jembatannya, dan Lapangan sepakbola yang nggak jauh dari area situ, juga area jalan dan gedung pencakar langitnya-sore dilanjutkan jalan naik taksi sendiri ngantar anak boss ke Sentosa Island-Universal Studios dan disitulah juga konflik pun terjadi karena insiden menerima telp, hingga tidak bisa puas mengelilingi arealnya yang begitu sangat luasnya.. dan hanya menikmati beberapa wahana dan berfoto karena keterbatasan waktu-Malam pulang menggunakan taksi dengan harga yang cukup terjangkau.

Hari ketiga atau keempat seingatku belanja oleh-oleh di area Mall Vivo City..barangnya cukup terjangkau dan lengkap untuk oleh-oleh, makan siang dan kemudian bersiap ke Changi Airport untuk pulang dengan membeli tiket mendadak di bandara-Sempat mampir di Lotte Duty Freenya bandara Singapore sebelum boarding (Siapkan budget yang cukup yaach.. klo cuman beli makanan oleh-oleh seperti cokelat dll masih terjangkau lah). Dan finally hari itu juga sampai Jakarta kembali dan istirahat..

Lupa yaa hari keberapa, sempat juga naik kereta Monorail ke suatu area yang bersih kece, dan sudah menggunakan sytem online jadi beli tiketnya langsung via mesin..baru coba juga waktu pertama sempat bingung, waktu di dalam kereta bisa menemukan berbagai gaya dan melihat style yang berbeda dari orang-orang lintas negara baik itu warga Lokal ataupun wisatawan mancanegaranya, kemudian berkeliling area yang lupa namanya yang jelas banyak gedung bertingkat dan taman di tengah Singapore Tower, dengan areal yang luas dan bersih.. seimbang antara bangunan pencakar langit dan areal hijau nya dengan design lampu-lampu yang modern.

Sebenarnya masih ada banyak wahana tempat wisata lainnya yang belum sempat dikunjungi, namun dengan keterbatasan waktu dan dikejar deadline.. cukup alhamdulillah bisa merasakan atmosfer atau suasana negara lain yang terbilang dekat dari Indonesia dan melihat tempatnya yang bersih dimana-mana teratur, suasana jalan, perumahan, lokasi apartment, sumber daya manusianya dan kecanggihan teknologinya yang memang bisa untuk dijadikan contoh.

By the way waktu itu bawa baju banyak, namun banyak juga yang nggak kepake.. buat kamu yang pake hijab, pastikan pilih busana atau model jilbab untuk traveling yang cukup simple, menyerap keringat dan memudahkanmu untuk bergerak. Juga pastikan pakai sepatu atau sendal yang super duper nyaman buat jalan,, kamu bakal benar-benar membutuhkannya karena memang banyakan jalan kakinya untuk mengelilingi satu areal atau bersantai di sekitaran Merlion Park. Dan klo seperti aku pengalaman pakai sepatu yang masih baru buat jalan,, pastikan kamu pakai kaus kaki atau pelindung jari kaki klo nggak mau ujung-ujung jari dan belakang pergelangan kaki lecet, perih dan bengkak yaa dear. Itulah sedikit pengalaman Throwback Singapore with NO Plan.. See yaa next post XOXO

No comments:

Post a Comment