Belakangan karena aksi sedot pulsa oleh provider nakal, merembet kepada penghapusan serentak RBT atau layanan Nada Sambung Pribadi.
Tentu aja hal tersebut membuat sejumlah musisi yang menggantungkan hidup mereka pada RBT sangat menolak keras rencana penghapusan RBT oleh pemerintah.
Benarkah penghapusan RBT untuk mendorong produktivitas Musisi Indonesia untuk membuat album?
Badai Kerispatih mengatakan "RBT menjadi semangat kitaberkarya. Jujur ya kita bekerja sesuai dengan lahan kita dan menerima sesuai dengan hak kita. Jangan sampai hal itu diberantas masih banyak yang lebih penting untuk diberantas. Pemerintah bergeraklah sesuai hati nurani,".
Sejumlah label seperti Nagaswara juga menyatakan menolak upaya penghapusan RBT. Mereka mendukung gerakan selamatkan musik Indonesia menggunakan RBT.
Banyaknya pembajakkan karya cipta telah menjadikan RBT sebagai "periuknasi" atau bisa dibilang pundi-pundi yang menghidupi para musisi tanah air.
Gerakan selamatkan musik Indonesia | Save RBT juga menyerukan supaya Pemerintah tegas memberangus pembajakan dan segera menutup pusat penampungan Bajakan CD/MP3/VCD/DVD/Software di Glodok, dll.
Credit : RCTI

Tidak ada komentar:
Poskan Komentar