Isi Surat Balasan Presiden SBY Kepada Nazaruddin

Isi Surat Balasan Presiden SBY Kepada Nazaruddin
Presiden SBY membalas surat mantan Bendahara PD M. Nazaruddin yang dilayangkan kepadanya pada tanggal 18 Agustus 2011 lalu.

Denny Indrayana, Staf Khusus Kepresidenan Bidang Hukum dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta (Minggu) mengatakan bahwa isi surat balasan Presiden sudah dikirimkan kepada Nazaruddin pada Ahad siang.

Dalam isi surat balasan Presiden SBY kepada Nazaruddin, ia menegaskan tidak akan pernah melakukan intervensi terhadap kasus hukum yang sedang dihadapi oleh Nazaruddin.
Terkait proses hukum yang sedang saudara hadapi, mari kita semua tunduk pada aturan yang ada di negara hukum ini. Dalam setiap kasus hukum, yang melibatkan siapa pun, saya tidak pernah, tidak akan, dan memang tidak boleh, mencampuri proses hukum yang harus independen, bebas dari intervensi siapa pun," tutur Presiden dalam suratnya.
Presiden juga menyarankan agar Nazaruddin kooperatif menjalani semua proses hukum yang sedang berlangsung karena Presiden percaya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) akan bekerja secara profesional, independen, dan adil.

Presiden juga meminta Nazaruddin menyampaikan semua informasi yang diketahui kepada KPK agar menjadi bernilai di hadapan hukum dan agar persoalan menjadi jelas serta tuntas.
Termasuk informasi tentang siapa saja yang harus bertanggungjawab, tidak peduli dari unsur mana pun atau dari partai politik apa pun. Karena, hukum tentu harus kita tegakkan berdasarkan alat bukti semata, tanpa pandang bulu, tanpa tebang pilih, tambahnya kepada sejumlah media.
Nazaruddin tentu senang suratnya dibalas oleh Presiden SBY dengan cepat, karena banyak rakyat diluar sana yang menulis surat kepada Presiden meminta keadilan hukum, dan bantuan tidak ditanggapi..

Tidak ada komentar: