Sanggupkah kau mengakuinya?
Jika ya...
Maka sekali lagi aku bertanya :
Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
Ya, kita bisa mencintai tanpa melukai namun sulit karena cinta kasih yang kuat berasal dari cinta yang sudah berproses melalui goresan luka, berbagai badai dan rintangan. Indahnya mencintai tanpa melukai. Mencinta tanpa bisa merengkuhnya.
Mengacu pada tulisan Mbak Diana : Mencintai tanpa melukai.


3 comments:
Duh...gue gak bisa neng...bayangkan asyiknya setelha luka itu sembuh...hiksss..Nice post
waahh...indahnya goresan luka itu menjadi sebuah proses untuk bisa mencintai tanpa melukai..
thanks udah berpartisipasi mba.. :)
duuh,..maknanya dalem tapi tetap susah buat aku menjalaninya :)
semoga sukses ya mbak dan salam kenal sesama peserta kontes he3x
Post a Comment
Happy Comment :D