Nunun Nurbaeti Alias Nunun Daradjatun | Nunun Most Wanted Interpol

nunun nurbaeti alias nunun daradjatun | nunun most wanted interpol
Foto Nunun Nurbaeti alias Nunun Daradjatun terpampang di situs interpol. Nunun resmi menjadi buronan internasional di 188 negara.

Nunun Most Wanted Interpol. Pencarian Nunun di 188 negara dilakukan setelah Markas Besar Kepolisian RI menerima permintaan red notice dari Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK].

Terdapat kejanggalan dalam penempatan nama tersangka kasus dugaan suap cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI. Nama Nunun Nurbaeti, dalam website Interpol Internasional dengan Interpol Indonesia tidaklah sama.

Dalam red notice Interpol Indonesia dengan menggunakan bahasa Indonesia, nama Nunun dibuat secara lengkap yaitu : Nunun Nurbaeti Daradjatun. Sedangkan dalam red notice Interpol Internasional, nama Nunun yang ditampilkan Nunun Daradjatun.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa ada perbedaan pencantuman nama? Seharusnya pencantuman nama di website Interpol Internasional juga harus menggunakan Nurbaeti. Hal tersebut karena Nunun menggunakan paspor ataupun identitas diri lainnya menggunakan nama Nurbaeti, bukan Daradjatun, seperti yang dilansir Kompas.

Perbedaan nama tersebut dapat mengakibatkan kinerja Interpol tidak berjalan efektif. Nunun bisa bebas melenggang pergi kemanapun, mengingat yang dicari adalan Nunun Daradjatun, bukan Nunun Nurbaeti.

Jadi, sampai kapan pun jika dalam red notice yang disebarkan ke berbagai negara menggunakan Daradjatun, sudah bisa dapat dipastikan Nunun akan aman.. wew!

Nunun Nurbaeti sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. Nunun dikabarkan telah meninggalkan Indonesia dan pergi ke Singapura untuk menjalani pengobatan "sakit lupa berat" pada 23 Februari 2010 lalu.

Ia belum pernah kembali setelah itu. Bahkan, belakangan diketahui ia sempat berpindah-pindah, dari Singapura, Thailand, Phnom Penh Kamboja, dan berita terbaru Nunun dikabarkan berada di Laos.

1 komentar:

cho mengatakan...

kaburnya kok deket banget y? kenapa ngga ke paris ato amrik sekalian?