FENOMENA MARAKNYA BINTANG PORNO MANCANEGARA DI INDONESIA : SORA AOI BERIKUTNYA

deeahzone
Fenomena maraknya bintang porno mancanegara di Indonesia : Sora Aoi berikutnya. Banyak bintang porno mancanegara terkenal yang membintangi film-film Nasional. Film-film horor nasional saat ini identik dengan erotisme.

Padahal kebangkitan perfilman nasional kita sudah cukup aman dengan film Jelangkung, disusul Kuntilanak yang artistik dan tidak mengenal aurat. Namun apa yang terjadi? Bintang-bintang seperti Depe, Jupe, Jenny Cortez sudah identik dengan sekawanan bintang-bintang film panas tahun 90-an. Dibalik fenomena maraknya bintang porno, belakangan juga marak musik parodi komedi, liat aja Charlie ST 12 yang membentuk Peterband. Lihat Peterband : Ada Aja Denganmu.

Saya khawatir kalau perfilman kita akan kembali ke jaman film erotis bombastis yang beredar di bioskop-bioskop [jaman saya SD kali yua :D]  Dulu kita pasti bisa jumpai poster-poster film-film seronok yang terpampang di etalase Bioskop-bioskop tanah air, dengan gambar-gambar weeeeew!!

Kalian pasti tahu Miyabi? Alias Maria Ozawa? Baiklah, remaja atau ABG yang tadinya kagak tahu jadi melek karena media yang memberitakan. Namun kalau mau tahu siapa yang mesti jadi kambing hitam beneran ya.. yang bikin :D

Semula, Raditya Dika yang akan menulis skenario film Menculik Miyabi. Namun ia mencabut keputusannya setelah project film ini menjadi polemik.

Kalau dalam hal ini saya setuju FPI murka. Meski di sisi lain, keberadaan bintang mancanegara untuk film nasional adalah hal yang wajar.

Namun apa jadinya kalau yang didatangkan itu pemain bokep luar? Seperti Miyabi [selain dipakai untuk membintangi film biru, video dewasa, ia juga dipakai sebagai model video musik] Dia juga sempat membintang film thriller Korea dan beradegan panas di sana.

Di Indonesia, tugasnya memang gak berat-berat amat. Dia nggak  harus buka baju, tapi cuma ‘sekedar lewat’ dengan wajah seksinya [itu aja cukup] Toh yang terpenting nama Miyabi-nya itu, sekaligus gambarnya yang terpampang penuh dalam poster.

Film sejenis Menculik Miyabi misalnya, diakui produsernya sebagai film yang tidak porno dan memberikan pesan moral. Tapi  kayaknya kita cukup kenyang dengan rentetan  film horor nasional dengan judul bombastis, poster seksualitas banget namun isinya?$#%

Pertanyaannya, kenapa harus mendatangkan pemain bokep dari luar?? yah mungkin produser film juga perlu mendramatisasi, karna kalau hanya dibintangi artis lokal mungkin akan terasa kurang 'menggigit'.

Dan, lagi. Kalian mungkin juga tahu Tera Patrick,  pemain bokep asal Amerika yang sudah membintangi film horor terbaru Indonesia belakangan ini.

Belum lagi Rin Sakuragi yang juga heboh dengan Suster Keramas-nya, atau Leah Yuzuki dalam  film Rayuan Arwah Penasaran. Saya pun tak familiar dengan nama itu [mungkin nama-nama itu hanya dikenal oleh pecinta film bokep]. Nah, jadi yang semula gak tahu jadi tahu dan bukan gak mungkin akan ada banyak anak muda yang mencari profil mereka di google, kemudian mengunduh video bokep mereka. Wah, hebat dong produser film horor Nasional sudah mempromosikan bintang-bintang bokep mancanegara?

Hadehh, Lagi - lagi, belakangan ternyata Sora Aoi atau Sola Aoi, bintang sekaliber Miyabi [siapa lagi tuch?] dilirik produser Film Nasional Maxima Pictures untuk bermain di dalam project Film bergen-re horor terbaru yang akan dijadwalkan tayang di Indonesia.

Sebelumnya di tayangan televisi berita kita, banyak remaja yang melakukan tindakan dekstruktif setelah melihat video Ariel-Luna [Memang banyak pelaku tindakan asusila, namun.. publik figur memang akan selalu dilihat dan dicontoh, bahkan di-expose] Begitupun dengan Miyabi dan bintang porno lain yang namanya terangkat gara-gara kehausan produser film akan duit.

Namun jangan terlalu berlebihan untuk mengharapkan negeri kita ini terbebas dari erotisme murah. Dari jamannya film seks tahun 90-an juga sudah ada. Industri hiburan Film Layar Lebar Indonesia yang makin hari tak makin baik ini memang berpengaruh besar terhadap pergerakan sosial. Yakni mengarah pada angka pelecehan seksual dan perkosaan.

Hal ini ditambah karena seksualitas selama ini sangat tertutup dari ruang publik, seksualitas identik dengan jorok, kotor, tak bermoral. Makanya pendidikan seks di sekolah di negeri ini kurang, dan gak pernah ada. Kurangnya pemahaman masyarakat akan seksualitas ‘dipicu’ karena ketatnya agama yang dianut. 

Hal tersebut tidaklah salah, karena Agama manapun melarang prostitusi. Akan tetapi, Indonesia bukanlah Thailand, negara tempat prostitusi dilegalkan, waria dan kaum gay diakui, ATM kondom digalakkan, dan lain-lain. Nyatanya, negara semacam itu terbukti signifikan dalam menurunkan angka kejahatan seksual [perkosaan].

Jadi di Indonesia, adalah maklum jika ada masyarakat yang geram terhadap artis-artis yang mengeksplorasi bentuk tubuh. Indonesia bukan Malaysia kan? yang ‘sepi pornografi’. Jadi intinya, masyarakat atau FPI yang geram terhadap Miyabi itu hal yang lumrah [baca: wajar]. Kita memang perlu orang-orang seperti FPI meski di satu sisi aksi FPI dinilai anarkis. Hmm, bagaimana menurut kalian?

3 komentar:

Iskaruji mengatakan...

Gue lebih suka menilainya dari sisi estetika. [Maklum. pengagum keindahan dan kecantikan...hehe] Walaupun sisi yang dimaksud paling cuma 5% dibandingkan nilai etika yang mungkin dilanggar oleh produser film. Keputusannya selanjutnya kembali ke masyarakat. Coba aja kalo gak ada yang nonton, dijamin taon berikutnya gak ada produser yang pasang bintang "ss" luar...Nice article!

i-one mengatakan...

jadi miris baca postingannya.
gak ada cerita lain?perasaan banyak banget novel2 yang layak diangkat dilayar lebar...

dee mengatakan...

@Iskaruji : yupz, dari segi estetika [wanita memang diciptakan indah] dan sebagai penikmat keindahan sepertinya sepertinya bintang luar lebih nikmat untuk ditonton hahay, wah gak da bintang bokep gak 'rame' kali yua :D Makasih!

@I-one : moga film nasional kita lebih orisinil, tapi ya..lagi2 untuk membuat satu film yang bagus pastinya gak lepas dari dana,, Thanks!