ADA APA DENGAN CINTA? : TONGGAK KEBANGKITAN FILM NASIONAL INDONESIA

deeahzone
Setelah sukses memproduksi film layar lebar Petualangan Sherina, Miles Productions kemudian memproduksi sebuah film remaja dengan judul: AADC ADA APA DENGAN CINTA?


Film ini bercerita mengenai pertemuan dua remaja yang datang dari latar belakang yang berbeda. Cinta [Dian Sastrowardoyo] bersama dengan sekelompok teman gaul-nya, dan Rangga [Nicholas Saputra], adalah seseorang yang selalu menyendiri dengan bacaan sastranya.

Walaupun berbagai pertentangan mewarnai hubungan keduanya, terutama yang datang dari diri mereka sendiri, cinta akhirnya tumbuh juga. Ketika konflik memuncak, Cinta mulai berubah di mata teman-temannya.

Dan saat tak ada lagi yang benar dan salah, sebuah pertanyaan kemudian muncul: Ada Apa dengan Cinta?

Mira Lesmana bersama Riri Riza [sutradara Petualangan Sherina] bertindak sebagai Produser film, dan memilih sutradara muda Rudi Soedjarwo [sutradara Bintang Jatuh] untuk mengarahkan dan menyutradarai ADA APA DENGAN CINTA?

Cerita yang digagas oleh Mira Lesmana, Prima Rusdi dan Riri Riza ini kembali dipercayakan kepada penulis Jujur Prananto [penulis skenario Petualangan Sherina] untuk menjadi skenario sebuah film.

Masa remaja adalah masa yang terindah, begitu pendapat banyak orang. Namun masa remaja juga masa yang penuh dengan gejolak, masa dimana pencarian jati diri tengah berlangsung. Sayangnya, dunia remaja dan masalahnya sering kali disepelekan oleh orang dewasa. Apalagi yang berhubungan dengan masalah cinta.

ADA APA DENGAN CINTA? Bercerita tentang seorang gadis belia yang mengalami perubahan dalam melihat dirinya dan dunianya ketika ia jatuh cinta untuk pertama kalinya, dengan seseorang yang berbeda dari dirinya dan hidup di dunia yang juga berbeda dari dunianya.

Film yang dikemas dengan gaya khas remaja ini, menjadi tontonan yang dekat di hati remaja dan untuk mereka yang ingin memahami jiwa remaja. Film ini juga diwarnai oleh musik pop Indonesia yang akrab dengan remaja Indonesia. [Ini Film pertama yang saya bela-belain antusias banget pengen lihat di Bioskop, Film pertama dan selalu di hati :) Meski setelahnya banyak diputar di Televisi].

Produksi film ini juga mencatat sejumlah nama baru di dunia film, antara lain debut sutradara Rudi Soedjarwo, Penata Artistik Adrianto Sinaga, Penyunting gambar Dewi S Alibasah, Penata Fotografi Roy Lolang [sebelumnya ikut menjadi Penata Fotografi di salah satu segmen film KULDESAK], dan Penata Musik Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Selain Dian Sastrowardoyo, seluruh pemeran utama dan pemeran pendukung dari film ini adalah pemain baru yang untuk pertama kalinya mencicipi peran di film layar lebar.

AADC merupakan tonggak kebangkitan Film Nasional Indonesia, dan setelahnya diikuti oleh kemunculan Film -Film Nasional lain seperti GIE, Janji Joni, Naga Bonar, Laskar Pelangi yang Fenomenal, dll.

Sekarang yang banyak mucul adalah film berbau Horor komedi ala Jupe Depe yang gak banget, berbau sexis dan mengutamakan keuntungan semata. Kebangkitan Film Nasional sudah seharusnya menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas produksi Film Indonesia menjadi lebih baik dan lebih produktif. mengingat Film Hollywood sudah tidak lagi mau beredar di Indonesia. Kesempatan ini merupakan kesempatan terbaik meningkatkan mutu kualitas Perfilm-an di Indonesia menjadi lebih baik dan bergairah.

1 komentar:

julianusginting mengatakan...

sebenarnya sih gada apa2 dengan cinta dee..hehehe